Mitos Pantai Ngliyep
Pantai Ngliyep dengan Mitos Nyi Roro Kidul
Apabila Anda pergi jauh ke ujung selatan
Kabupaten Malang, akan banyak menemui pantai eksotis dengan pasir putih, salah
satunya adalah Pantai Ngliyep. Pantai Ngliyep yang secara administratif
terletak di Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang itu masih
sangat alami, dengan dikelilingi oleh hutan tropis dan tebing-tebing curam
berwarna kecoklatan yang terlihat menawan. Ombaknya bisa dibilang cukup tenang
namun harus tetap berhati-hati dan selalu taati peraturan yang ada.
Apabila ingin menikmati Pantai Ngliyep dari sudut yang lain, Anda bisa naik ke tebing yang berada di sebelah timur pantai. Dari sana panorama akan terlihat lebih indah, berhiaskan lautan biru yang menawan. Tepat di bawah tebing terdapat Teluk Putri, yang menjadi lokasi tersembunyi di Pantai Ngliyep.

Instagram by @pantaingliyepmalang
Mitos Gunung Kombang
Gunung Kombang yang berupa batu karang
yang berada di area Ngliyep ini dipercaya masyarakat sebagai tempat penampakan
penguasa Laut Selatan, Nyi Roro Kidul, tepatnya di rumah kecil (pesarehan) yang
ada di wilayah tersebut. Gunung Kombang selain dijadikan tempat upacara labuhan
masyarakat setempat, konon juga dipercaya sebagai tempat pertapaan nyai sebelum
menjadi penguasa pantai selatan. Menurut cerita umum, kata Misdi, Kanjeng Ratu
Kidul pada mulanya bernama Dewi Retna Suwida, seorang putri dari Pajajaran,
anak Prabu Mundhingsari dari istrinya yang bernama Dewi Sarwedi, cucu Sang
Hyang Saranadi, cicit raja siluman di Sigaluh. Karena adanya suatu petaka yang
menimpanya, yaitu seluruh wajah dan tubuhnya terkena penyakit kulit (lepra),
sang putri melarikan diri dari keraton dan bertapa di Gunung Kombang. Selama
bertapa, sering tampak kekuatan gaibnya, dapat berganti rupa dari wanita
menjadi pria atau sebaliknya.
Sang putri wadat (tidak bersuami) dan
menjadi ratu di antara makhluk halus seluruh Pulau Jawa. Istananya di dasar
Samudera Indonesia. Tidaklah mengherankan karena sang putri memang mempunyai
darah keturunan dari makhluk halus. Diceritakan selanjutnya, setelah menjadi
ratu, sang putri lalu mendapat julukan Kanjeng Ratu Kidul Kencanasari. Ada juga
sementara orang yang menyebut Nyai Lara Kidul (di Keraton Surakarta sebutan
Nyai Lara Kidul adalah untuk patihnya, bukan untuk Kanjeng Ratu Kidul sendiri).
Malahan ada juga yang menyebutnya Nyira Kidul.
Dalam Babad Tanah Jawi (abad ke-19),
keberadaan Nyi Roro Kidul dimulai dengan pertemuan seorang pangeran dari
Kerajaan Pajajaran, Joko Suruh, yang bertemu dengan seorang pertapa yang
memerintahkan agar dia menemukan Kerajaan Majapahit di Jawa Timur. Karena sang
pertapa adalah seorang wanita muda yang cantik, Joko Suruh pun jatuh cinta
kepadanya. Tapi sang pertapa yang ternyata merupakan bibi dari Joko Suruh,
bernama Ratna Suwida, menolak cintanya.
Ketika muda, Ratna Suwida mengasingkan
diri untuk bertapa di sebuah bukit. Kemudian ia pergi ke pantai selatan Jawa
dan menjadi penguasa spiritual di sana. Ia berkata kepada pangeran, jika
keturunan pangeran menjadi penguasa di kerajaan yang terletak di dekat Gunung
Merapi, ia akan menikahi seluruh penguasa secara bergantian.
Generasi selanjutnya, Panembahan Senopati, pendiri Kerajaan Mataram Ke-2, mengasingkan diri ke Pantai Selatan, untuk mengumpulkan seluruh energinya, dalam upaya mempersiapkan kampanye militer melawan kerajaan utara. Meditasinya menarik perhatian Kanjeng Ratu Kidul dan dia berjanji untuk membantunya. Selama tiga hari dan tiga malam dia mempelajari rahasia perang dan pemerintahan serta intrik-intrik cinta di istana bawah airnya hingga akhirnya muncul dari Laut Parangkusumo, kini Yogyakarta Selatan. Sejak saat itu, Ratu Kidul dilaporkan berhubungan erat dengan keturunan Senopati yang berkuasa. Dan sesajian dipersembahkan untuknya di tempat ini setiap tahun melalui perwakilan istana Solo dan Yogyakarta.
Tradisi di Gunung Kombang
Di sekitar Pantai Ngliyep terdapat
sebuah bukit karang yang dinamakan Gunung Kombang, yang menyimpan cerita
misteri soal Nyi Roro Kidul. Gunung Kombang menjadi daya pikat tersendiri bagi
pengunjung Pantai Ngliyep, terutama bagi mereka yang memiliki dahaga atas mitos
Nyi Roro Kidul. Menurut mitosnya, Nyi Roro Kidul sempat melakukan pertapaan di
Gunung Kombang sebelum akhirnya menjadi penguasa pantai selatan. Di bukit
tersebut juga terdapat pura yang biasanya digunakan masyarakat setempat untuk
upacara Larungan, sebagai bentuk rasa syukur dan hormat kepada Nyo Roro Kidul.
Ada yang unik dari upacara Larungan
tersebut, yang mana para pemasak diharuskan laki-laki dan dilarang menggunakan
pakaian berwarna hijau, yang menjadi warna kebesaran dari Ratu Nyi Roro Kidul.
Tidak hanya itu, para pemasak juga diharuskan berpuasa dan di sekitar dapur
dilarang ada unsur perempuan.
Lokasi Pantai Ngliyep
Lokasi pantai ngliyep yang berada di
ujung selatan Pulau Jawa membuat para wisatawan yang datang dari pusat Kota
Malang, diharuskan menempuh perjalanan sejauh 65 km dengan waktu tempuh
kira-kira selama 2 jam. Ada dua akses yang bisa dipilih oleh para wisatawan,
yakni :
-
Rute Kepanjen-Pagak-Donomulyo-Ngliyep (Kondisi
jalan yang relatif landai),
-
Rute dari Malang
Kota-Karangkates-Donomulyo-Ngliyep dengan kondisi jalan yang banyak diwarnai
tanjakan serta tikungan tajam dan berkelok-kelok.
Oleh sebab itu, pastikan kendaraan dalam
kondisi prima apabila berencana menuju ke Pantai Ngliyep dengan memilih rute
yang kedua. Tidak ada angkutan umum yang bisa mengantarkan Anda menuju ke
Pantai Ngliyep. Hal yang wajar sebenarnya, karena memang pantai ini jauh di
pelosok Malang, dan berada di balik rimbunnya hutan tropis. Pantai Ngliyep pun
hanya bisa diakses dengan menggunakan kendaraan pribadi, baik itu roda dua atau
pun empat.

Instagram by @pantaingliyepmalang
Biaya ke Pantai Ngliyep
Untuk bisa menikmati keindahan Pantai
Ngliyep, para pengunjung hanya akan dikenakan tarif tiket masuk sebesar Rp15.000,-
per orang. Untuk parkir, Rp 10.000,- bagi kendaraan roda empat dan Rp 5.000,-
bagi kendaraan roda dua.
Nah, walaupun pantai ngliyep terkenal dengan mistisnya akan tetapi pantai ngliyep tidak kalah indah dan wajib dikunjungi saat pergi ke Malang.
![]() |
| Instagram by @pantaingliyepmalang |


Kerennn, ternyata ada mitos dan sejarah yang cukup wow juga yaa dibalik keindahan pantai ngilyep
BalasHapusiyaa kak, selain memiliki pesona pantai yang indah pantai ngliyep juga memiliki sejarah dan mitos loo hehe
HapusWaahh good bermanfaat sekali. Banyak pantai yang memiliki mitos atau kepercayaan tersendiri. Ada yang berdampak baik ada juga yang berdampak buruk. Jadi musti mempelajari dulu tentang pantai-pantai yang akan dikunjungi. Supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
BalasHapuswah terima kasih kak, iyaa bener banget kak. Banyak mitos dan sejarah di pantai-pantai yang tentunya kita harus mengambil dampak positifnya yaa.
HapusPantai Ngliyep ini cukup terkenal sampai luar Malang loh, tapi saya baru tau ada kisah seperti ini. Memang setiap tempat itu nggak pernah lepas dari sejarah dan mitos yg mengiringinya dan justru menjadi daya tarik tersendiri dari tempat tersebut. Terlepas dari percaya atau engga sama mitos itu, kita harus menghormati adat & budaya setempat. Seru nih kak kalo ngebahas pantai dari sisi sejarah dan kisahnya. Semangat kak, ditunggu updatenya!
BalasHapusWahh hai Kak Dyah, terima kasih kak. Bener banget kan kak, pesona pantai ngliyep memang tak terkalahkan terlepas dari mitos dan sejarah yang ada. Saya setuju banget tuh kak, tentunya kita harus tetap menghormati adat yang ada pada masyarat pantai ngliyep yaa
Hapusmin next bahas tentang pantai banyu meneng dong, nggak kalah kerenya sama pantai ngliyep hehe
BalasHapusWahh hai kak, terima kasih sudah mampir di blog ini hehe. Wah iya kak banyak banget yang merekomendasikan Pantai Banyu Meneng, tunggu di post selanjutnya ya kak. Tetap stay tune di blog ini hehe
Hapus